M.Ridwan>H.A Penulis | Mukhlis Editor
TANGERANG, HARIANEXPRESS — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Tangerang memicu banjir besar di Kampung Candulan, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Selasa (5/5/2026). Ketinggian air bahkan dilaporkan mencapai sekitar 180 sentimeter dan merendam permukiman warga.
Air berwarna cokelat tampak menggenangi jalan-jalan lingkungan hingga masuk ke dalam rumah warga. Dalam kondisi tersebut, aktivitas masyarakat tetap berlangsung meski harus berjuang di tengah genangan yang cukup tinggi.
Sejumlah warga terlihat menggunakan perahu karet dan ban pelampung untuk beraktivitas maupun berpindah lokasi. Di sisi lain, sebagian warga memilih bertahan di rumah dengan mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Banjir juga berdampak pada akses transportasi. Jalan KH Ahmad Dahlan yang menghubungkan wilayah Tangerang dengan Rawa Buaya, Jakarta Barat, ikut terendam sehingga tidak dapat dilalui secara normal.
Banyak pengendara akhirnya memilih memutar arah. Namun, tidak sedikit pula yang tetap nekat melintasi genangan, meskipun berisiko mengalami mogok di tengah jalan. Warga sekitar pun terlihat sigap membantu pengendara yang kendaraannya bermasalah akibat banjir.
Lurah Petir, Budi Wasono, mengungkapkan bahwa banjir mulai terjadi pada Senin malam (4/5/2026) sekitar pukul 23.22 WIB, tak lama setelah hujan deras turun.
“Dalam waktu kurang dari setengah jam, air sudah masuk ke permukiman warga,” ujarnya.
Ia menyebutkan, banjir melanda tiga wilayah rukun warga, yakni RW 05, RW 06, dan RW 07, dengan total sekitar 700 kepala keluarga terdampak. Dari jumlah tersebut, sekitar 210 warga terpaksa mengungsi.
Warga yang mengungsi sementara ditempatkan di sejumlah titik, seperti Masjid Nurul Yakin, Masjid Nurul Iman, dan Masjid Al Wahab.
Menurutnya, salah satu penyebab utama banjir adalah tersumbatnya aliran air di sekitar Jembatan Candulan akibat tumpukan sampah yang menghambat arus.
“Aliran air tidak lancar karena tersumbat sampah, sehingga meluap ke permukiman,” jelasnya.
Selain itu, kondisi wilayah yang berada di dataran rendah turut memperparah genangan yang terjadi.
Pihak kelurahan bersama instansi terkait telah melakukan langkah penanganan, termasuk evakuasi warga dan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi terdampak.
Warga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi dan berpotensi kembali meningkatkan debit air.