Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, BANTEN – Perum Bulog Cabang Lebak, Banten, telah memastikan ketersediaan stok beras yang memadai untuk menghadapi dampak kekeringan akibat kemarau panjang atau fenomena El Nino, Jumat, (28/8/2026).
Dengan persediaan mencapai 27 ribu ton, Bulog menjamin kebutuhan beras masyarakat Lebak akan aman hingga penghujung tahun 2026.
Pimpinan Perum Bulog Cabang Lebak, Muhammad Syaukani, menyampaikan bahwa stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Warunggunung, Lebak, berjumlah 27 ribu ton. Jumlah ini dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan warga hingga akhir 2026.
Selain itu, Perum Bulog juga telah mendistribusikan bantuan pangan berupa beras kepada 220.428 kepala keluarga penerima. Penyaluran ini mencakup periode tiga bulan, yaitu dari Juli hingga September 2026, dengan masing-masing penerima mendapatkan 30 kilogram beras.
Ketersediaan Beras Aman Hingga Akhir 2026
Pihaknya secara tegas menyatakan bahwa persediaan beras berada dalam kondisi surplus dan aman. Syaukani menekankan bahwa mereka tidak perlu khawatir akan dampak kekeringan.
“Kami memastikan persediaan beras surplus dan aman menghadapi kekeringan,” kata Syaukani.
Jaminan ketersediaan pangan ini sangat penting, terutama bagi masyarakat Lebak yang masuk dalam kategori Desil 1 dan Desil 4.
Penyerapan Gabah Petani Lampaui Target
Penyerapan gabah petani oleh Perum Bulog Cabang Lebak juga masih terus berlangsung. Bahkan, capaian penyerapan gabah kering panen (GKP) telah melampaui target yang ditetapkan oleh pemerintah.
Penyerapan GKP mencapai 41.764 ton, yaitu 111 persen dari target pemerintah sebesar 37.511 ton. Jumlah GKP ini setara dengan lebih dari 21 ribu ton beras.
Penyerapan GKP pada Agustus 2026 masih berjalan di beberapa wilayah panen di Lebak dan Pandeglang. Proses ini sangat membantu meningkatkan pendapatan petani, karena gabah dibeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
Bulog berkomitmen untuk terus menyerap gabah petani. Hal ini dilakukan guna membantu ekonomi petani sekaligus untuk memenuhi cadangan beras pemerintah (CBP).
“Kami berkomitmen untuk menyerap gabah petani guna membantu ekonomi juga untuk memenuhi cadangan beras pemerintah (CBP),” katanya.











