Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, BANTEN – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Banten, mengambil langkah mitigasi kekeringan melalui program pompanisasi, Jumat, (28/8/2026)
Upaya ini dilakukan untuk menjamin pasokan air ke areal persawahan, terutama saat musim kemarau panjang atau fenomena El Nino.
Dengan inisiatif tersebut, petani di Lebak diharapkan dapat mempertahankan dan bahkan meningkatkan hasil produksi pangan mereka. Pemerintah daerah berupaya keras agar ketersediaan pangan tetap terjaga.
Mitigasi Kekeringan Distan Lebak dengan Pompanisasi
Pemerintah Kabupaten Lebak telah mempersiapkan total 201 unit pompa untuk mengatasi dampak kekeringan. Pompa-pompa ini ditujukan untuk menyelamatkan lahan seluas 392 hektare yang tersebar di beberapa kecamatan di daerah tersebut.
Kepala Distan Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, menjelaskan pentingnya strategi ini dalam menjaga ketahanan pangan.
“Kita melakukan mitigasi kekeringan dengan pompanisasi agar ketersediaan air ke areal persawahan tercukupi,” kata Kepala Distan Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar.
Rahmat Yuniar juga meminta para petani untuk memaksimalkan penggunaan pompanisasi. Tujuannya adalah untuk menyedot air dari permukaan sungai dan mengalirkannya langsung ke areal persawahan.
Distan Lebak melibatkan berbagai pihak dalam menghadapi ancaman kekeringan ini, termasuk Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Petugas Penyuluh Lapang (PPL), dan kelompok tani.
Penggunaan 201 unit pompa diharapkan dapat memastikan hasil pangan yang baik serta mendukung peningkatan ekonomi para petani.
Pengalaman Sukses dan Dukungan Alat Pertanian
Pengalaman dari kekeringan yang terjadi beberapa tahun sebelumnya di Kabupaten Lebak menunjukkan bahwa penggunaan pompa air terbukti efektif dalam menjaga produksi pangan.
Saat ini, banyak kelompok tani telah menerima bantuan alat dan mesin pertanian, seperti pompa air dan traktor. Bantuan ini merupakan dukungan dari Kementerian Pertanian (Kementan), pemerintah kabupaten, dan pemerintah provinsi.
Penyaluran pompa air bertujuan untuk memberdayakan petani agar mampu meningkatkan produktivitasnya di tengah ancaman musim kemarau.
Rahmat Yuniar menyampaikan rasa leganya terkait keberhasilan solusi ini.
“Kami lega penggunaan pompa air menjadi solusi langkah antisipasi kekeringan,” katanya menjelaskan.
Petani Sambut Baik Solusi Pompanisasi
Ruhiana, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Tambakbaya Kabupaten Lebak, menyatakan bahwa tanaman padi seluas 150 hektare di wilayahnya akan memasuki masa panen hingga September 2026.
Para petani di Lebak merasa bersyukur dapat mempertahankan panen mereka selama musim kemarau panjang. Hal ini dimungkinkan berkat optimalisasi penggunaan pompa untuk menyedot air permukaan sungai.
“Kami sudah biasa menghadapi musim kemarau menggunakan pompa air,” katanya.


