Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, BANTEN — Sebanyak 150 pegiat dan penggemar olahraga airsoft gun dari berbagai wilayah di Jabodetabek berkumpul di lereng Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026).
Mereka beradu strategi dalam ajang pertempuran terbuka ( sukir ) bertajuk “Sukir – Rasakan Sensasi” yang dipusatkan di Kamp Sarang Semut, Kampung Pasir Pogor, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Sarang Semut Camp dan PT King Multi Pilihant ini mendapat dukungan penuh dari Pengurus Pusat Indonesia Airsoft Association (INASSOC) serta Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor.
Sejumlah komunitas lintas wilayah ikut ambil bagian dalam simulasi pertempuran ini, di antaranya Shooter Karang Semut, INASSOC DKI Jakarta, PERBAKIN/ISHA, Komunitas Panther Indonesia, Komando Camar Indonesia Denhubrem 052/WKR, KOMBO Karawang, Predatorland, hingga Kujang Airsoft.
Camat Cijeruk, Sobar Mansoer, yang membuka langsung agenda tersebut mengapresiasi tingginya antusiasme para peserta. Ia menilai kegiatan olahraga rekreasi ini tidak hanya menyalurkan hobi, tetapi juga berpotensi mendorong sektor pariwisata daerah.
“Kegiatan seperti ini diharapkan bisa terus berlanjut dan menghadirkan lebih banyak komunitas airsoft gun . Ini menjadi penyemangat sekaligus memberi dampak positif bagi promosi pariwisata di Kecamatan Cijeruk,” ujar Sobar didampingi Kepala Desa Cipelang, Kiki Sukiwan.
Senada dengan hal tersebut, pengurus INASSOC Kabupaten Bogor, Sidik Bahari, serta pengelola Sarang Semut Camp, Yadi Bono, menekankan pentingnya ajang ini sebagai ruang silaturahmi. Menurut Yadi, pertemuan antarkomunitas dalam arena olahraga dapat mempererat tali persaudaraan serta menumbuhkan kedisiplinan dan rasa saling menghargai.
Usai seremoni pembukaan, para peserta yang mengenakan atribut taktis lengkap—seperti helm, seragam militer simulasi, dan pelindung wajah—langsung terjun ke arena permainan. Kawasan perbukitan berselimut pepohonan dan semak belukar di kaki Gunung Salak dimanfaatkan sebagai medan pertempuran taktis.
Selama simulasi berlangsung, para airsofter diwajibkan mengedepankan prosedur keselamatan ( safety rule ), kedisiplinan tinggi, serta nilai-nilai sportivitas saat melancarkan aksi tembak-menembak menggunakan amunisi peluru bb plastik. Penyusunan acara berlangsung aman dan tertib hingga akhir kegiatan.










