Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, BANTEN – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap buronan kasus judi online internasional berinisial FP di Thailand untuk dipulangkan ke Indonesia demi menjalani proses hukum, Jumat (25/09/2026).
Penangkapan FP terlaksana berkat operasi bersama Polri yang didukung penuh oleh kepolisian dan imigrasi Thailand. Tersangka FP diketahui merupakan pengelola tiga situs judi online internasional, yaitu Empire88, 1XBET, dan AJ8KEREN.
Ketiga situs tersebut memfasilitasi taruhan slot, kasino, hingga judi bola dengan nilai transaksi mencapai Rp 1 triliun sejak Januari hingga April 2026. Sebelum menangkap FP, penyidik Bareskrim Polri telah mengamankan lima tersangka lainnya berinisial APU, MAY, R, GG, dan TS.
Tersangka FP telah masuk daftar pencarian orang sejak 29 Juli 2026 setelah melarikan diri ke luar negeri. Penyidik sempat melacak keberadaan tersangka di Singapura pada 10 September 2026 sebelum akhirnya bergeser ke Thailand.
“Pada malam hari ini kami dari Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, bersama dengan Set NCB Interpol dan tentunya dibantu oleh Imigrasi, melakukan penangkapan terhadap tersangka FP,” ujar Wadirtipidsiber Bareskrim Polri Kombes Setyo Koes Heriyanto.
“Dari informasi yang kami dapatkan, yang bersangkutan sudah tidak berada di Singapura dan kemudian diketahui bergeser ke Thailand,” ungkap Wadirtipidsiber Bareskrim Polri Kombes Setyo Koes Heriyanto.
Tim gabungan akhirnya membekuk FP pada Selasa, 22 September 2026 pukul 17.30 waktu Thailand. Penangkapan lintas negara ini sukses memulangkan tersangka ke Indonesia untuk proses hukum lebih lanjut.
“Tersangka tersebut juga melarikan diri ke luar negeri dan dengan kerja sama kami dengan pihak Thailand, kami dapat menangkap yang bersangkutan dan membawa kembali ke Indonesia,” tutur Wadirtipidsiber Bareskrim Polri Kombes Setyo Koes Heriyanto.
Saat ini tersangka FP telah dibawa ke Bareskrim Polri di Jakarta Selatan untuk pemeriksaan mendalam. Polisi terus menyelidiki keterlibatan pihak lain dalam jaringan sindikat perjudian tersebut.










