Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, BANTEN – Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak mempublikasikan data terbaru mengenai penyebaran Human Immunodeficiency Virus di wilayah mereka, Senin (21/9/2026). Berdasarkan catatan instansi tersebut, jumlah kumulatif orang dengan HIV menyentuh angka ratusan jiwa hingga periode pertengahan tahun ini.
Sebaran Kasus dan Wilayah Terdampak
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lebak, Nining Tilawah, menjelaskan bahwa total kumulatif temuan kasus tercatat sebanyak 788 orang sampai bulan Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 85 kasus baru muncul sepanjang rentang waktu Januari hingga Agustus pada tahun yang sama.
Temuan kasus baru tersebut menunjukkan penurunan jika disandingkan dengan periode tahun sebelumnya yang mencatatkan 126 penderita. Seluruh kasus baru pada tahun ini tersebar di 24 kecamatan, dengan Kecamatan Rangkasbitung menyumbang sembilan kasus atau sekitar 10,5 persen.
Faktor Peningkatan dan Dampak Stigma
Menurut pihak Dinas Kesehatan, tingginya temuan kasus di wilayah Rangkasbitung dipicu oleh aktivitas mobilitas penduduk yang tinggi serta perilaku seksual yang berisiko. Faktor lain yang turut berpengaruh adalah masih minimnya pemahaman masyarakat mengenai bahaya virus tersebut.
“Sampai bulan Agustus 2026, kumulatif 788 ODHIV ditemukan. Sampai bulan Agustus tahun 2026 kasus HIV ditemukan 85, jika dibandingkan dengan tahun 2025 ditemukan 126 penderita HIV”, ujar Nining.
Selain faktor perilaku, pandangan negatif atau stigma sosial terhadap penderita masih menjadi hambatan utama dalam penanganan. Hal tersebut membuat warga merasa takut untuk mendatangi fasilitas kesehatan guna menjalani tes maupun pengobatan.
“Selain itu, stigma terhadap orang dengan HIV juga membuat seseorang takut melakukan tes atau berobat. Di sisi lain, tingginya kasus yang ditemukan juga dipengaruhi oleh semakin aktifnya pemeriksaan HIV di fasilitas kesehatan”, ujar Nining.
Angka Kematian dan Langkah Penanganan
Dinas Kesehatan Lebak juga mencatat adanya korban jiwa akibat virus ini secara kumulatif. Sepanjang Januari sampai Agustus 2026, terdapat tiga orang yang dilaporkan meninggal dunia.
“Sejauh ini sudah ada 48 orang meninggal akibat HIV/AIDS di Kabupaten Lebak, untuk tahun 2026 ada tiga orang”, jelas Nining.
Guna meredam laju penyebaran, instansi kesehatan terus menggalakkan program pencegahan melalui edukasi luas dan pemeriksaan dini. Upaya ini memerlukan kerja sama lintas sektor, termasuk peran serta masyarakat untuk menghentikan tindakan diskriminasi.
“Dinkes Lebak perlu terus memperkuat edukasi, pencegahan, pemeriksaan, dan pendampingan HIV/AIDS. Harapan masyarakat semakin sadar, berani melakukan pemeriksaan, dan tidak memberikan stigma kepada orang dengan HIV”, ujar Nining.







