HARIANEXPRESS, PANDEGLANG – Golok Banten merupakan salah satu simbol budaya yang melekat kuat pada jati diri masyarakat Banten. Sejak masa Kesultanan Banten, golok tidak hanya digunakan sebagai alat pertahanan dan perlengkapan sehari-hari, tetapi juga menjadi lambang kehormatan, keberanian, serta identitas masyarakat Banten. Dan tak banyak yang tahu, ternyata pande (pembuatan) golok tertua di provinsi Banten ada di Kabupaten Pandeglang.
Berdasar sejumlah penelitian yang telah dilakukan selama ini, ternyata Pande golok tertua di Banten itu di pulosari Pandeglang, hal ini dikatakan oleh Executive Director of APCE-UNESCO C2C Prof. Dr. Ignasius Dwi Atmana Sutapa.
Menurut Dr. Ignasius Dwi Atmana Sutapa. Ada 12 titik sebaran golok di wilayah Banten, diantaranya ada di wilayah Pandeglang.
Keistimewaan Golok Banten juga terletak pada proses pembuatannya. Para empu menempa bilah golok dengan teknik tradisional yang membutuhkan ketelitian, pengalaman, dan filosofi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Karena Golok Banten merupakan hasil karya yang luar biasa di wilayah Banten, saat ini tengah diusulkan untuk menjadi warisan budaya dunia UNESCO.
Membawa Golok Banten agar diakui Dunia, juga mendapat perhatian dari Kapolda Banten yang saat itu di jabat Irjen Pol Rudy Heriyanto dan mendorong Golok Banten Diakui UNESCO dengan menggelar Seminar Golok dihadiri 13 Negara.
Dukungan juga datang dari Bupati Pandeglang saat masih dijabat Irna Narulita untuk membantu proses tersebut karena Golok Banten merupakan karya khas luar biasa dari masyarakat Banten.
Pemda Pandeglang mendukung penuh guna melengkapi syarat-syarat Golok Banten menjadi warisan budaya dunia. Saat ini, Golok Banten masih dalam proses pengajuan dan dorongan oleh pemerintah serta berbagai elemen masyarakat agar diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh UNESCO.
(Sas HE dan dari berbagai sumber)