Jumat, 11 September 2026
Hot

Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 4 Kali Gempa Terekam pada Dini Hari

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, BANTEN — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berada di perairan Selat Sunda hingga kini masih menunjukkan dinamika kegempaan yang signifikan, laporan pengamatan resmi Magma Indonesia untuk periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, gunung api tersebut kembali tercatat mengalami empat kali aktivitas kegempaan pada kurun waktu dini hari, Kamis (10/9/2026).

Hasil rekaman instrumen kegempaan menunjukkan terjadinya tiga kali gempa hybrid atau fase banyak, serta satu kali gempa tremor terus menerus. Sementara itu, berdasarkan pengamatan visual di lapangan, tubuh Gunung Anak Krakatau tampak tertutup kabut tebal. Kondisi ini menyebabkan munculnya maupun arah kepulan asap kawah tidak dapat teramati langsung dari pos pengamatan.

Secara meteorologi, kondisi cuaca di kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau dilaporkan berawan dengan embusan angin lemah yang mengarah ke barat laut. Suhu udara di wilayah perairan tersebut berada pada kisaran 25,9 hingga 26,1 derajat Celcius, dengan tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi, yakni mencapai 81 hingga 87 persen.

Meskipun secara visual puncak gunung tertutup kabut, terekamnya gempa tremor dan hybrid mengindikasikan bahwa suplai magma ke dalam perut gunung masih berlangsung. Rangkaian letusan ini diketahui telah terjadi secara terus menerus sejak Jumat (4/9/2026) pekan lalu, yang sempat memicu sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah Banten dan Lampung.

Article ad in the middle of article

Hingga saat ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan status Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga). Penetapan status ini menandakan ancaman bahaya bahan lontaran pijar, erupsi abu, maupun gas vulkanik masih berpotensi terjadi sewaktu-waktu.

Atas kondisi tersebut, pihak berwenang mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat, nelayan, wisatawan, maupun pendaki agar tidak mendekati kawasan gunung api. Pihak PVMBG merekomendasikan perlindungan zona bahaya dan larangan seluruh bentuk aktivitas manusia dalam radius aman 3 kilometer dari kawah aktif.

Di sisi lain, jalur penyeberangan antarpulau di Pelabuhan Merak–Bakauheni dilaporkan masih beroperasi normal. Prakiraan cuaca menunjukkan kondisi di jalur lintasan Selat Sunda didominasi cuaca cerah berawan dengan tinggi gelombang laut yang relatif aman, yakni berkisar antara 0,1 hingga 1,25 meter. Pihak otoritas mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu pembohong dan tetap mengacu pada pembaruan informasi dari lembaga resmi.

Article ad after last paragraph