Jumat, 11 September 2026
Hot

Waspada Tsunami Anak Krakatau, BNPB Cek Kesiapan Pesisir Banten

BNPB memperkuat mitigasi tsunami di pesisir Banten guna mengantisipasi aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kini berada pada status Siaga.

Article ad before first paragraph

Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIANEXPRESS, BANTEN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di kawasan pesisir Provinsi Banten guna mengantisipasi potensi tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau, Jumat (11/9/2026).

Upaya ini dilakukan melalui pendampingan dan asesmen kesiapan yang dipimpin oleh Tim Kedeputian Bidang Pencegahan BNPB bersama pemerintah daerah setempat.

Langkah peninjauan ini diambil menyusul peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berpotensi memicu bahaya sekunder berupa tsunami. Wilayah pesisir Banten yang pernah terdampak tsunami Selat Sunda pada tahun 2018 menjadi fokus utama dalam kesiapsiagaan ini.

Article ad in the middle of article

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa sebaran abu vulkanis dari aktivitas gunung tersebut sempat membuat warga khawatir.

“Aktivitas GAK sebelumnya berdampak berupa sebaran abu vulkanis di sejumlah wilayah Provinsi Banten dengan intensitas yang dipengaruhi arah dan kondisi angin. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat, khususnya di kawasan pesisir yang memiliki pengalaman terdampak tsunami Selat Sunda pada 2018,” ujar Berton.

Hasil Asesmen Kesiapan Tsunami Ready

Asesmen dari BNPB menyasar wilayah Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon. Evaluasi lapangan ini menggunakan indikator khusus untuk mengukur ketangguhan daerah menghadapi bencana tsunami.

“Penilaian menggunakan indikator Tsunami Ready yang disesuaikan dengan karakteristik risiko dan kondisi kesiapsiagaan di masing-masing wilayah,” kata Berton.

Di Kabupaten Pandeglang, pemantauan dilakukan di wilayah Tanjung Lesung, Desa Sumberjaya, dan Desa Panimbangjaya. Untuk kawasan Tanjung Lesung, rambu evakuasi dan simulasi dinilai sudah berjalan berkala, walau perangkat Warning Receiver System (WRS) Gen masih diperbaiki.

Sementara itu, Desa Sumberjaya dilaporkan telah memiliki rambu evakuasi yang jelas menuju Kampung Pasir Malang dan area hunian tetap. Tower sirene peringatan dini di wilayah tersebut juga dipastikan dalam kondisi siap pakai.

“Desa tersebut telah memiliki SOP peringatan dini tsunami dan dalam satu tahun terakhir telah melaksanakan kegiatan gladi,” kata Berton.

Untuk wilayah Desa Panimbangjaya, Desa Salira, Desa Karang Suraga, Desa Anyar, serta Kelurahan Kubangsari di Kota Cilegon, pemahaman warga dinilai sangat memadai.

“Tim menemukan pemahaman masyarakat terhadap risiko tsunami cukup baik,” ujar Berton

Status Siaga Gunung Anak Krakatau

Meskipun sebagian besar sistem dinilai siap, BNPB tetap mendesak pemeliharaan rutin pada semua infrastruktur keselamatan. Koordinasi berkala antara pemda dan masyarakat harus tetap terjaga untuk mempercepat respons darurat.

“Namun demikian, BNPB memastikan seluruh perangkat sistem peringatan dini dapat berfungsi optimal. Salah satunya adalah perangkat WRS Gen di kawasan Tanjung Lesung yang masih dalam proses perbaikan,” jelas Berton.

Berdasarkan laporan dari PVMBG, status Gunung Anak Krakatau masih bertahan di Level III (Siaga) hingga Selasa (8/9/2026). Warga dan wisatawan dilarang mendekat dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif demi keselamatan.

Article ad after last paragraph