Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengambil langkah cepat menyusul wabah muntaber yang melanda warga Perumahan Serpong Lagoon, Jumat (16/10/2026).
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, memerintahkan penghentian operasional fasilitas Instalasi Pengolahan Air setempat serta perombakan menyeluruh pada instalasi dan jaringan distribusi.
Instruksi darurat tersebut diumumkan dalam kunjungan dan rapat koordinasi bersama warga serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. Tindakan tegas ini bermula dari penyelidikan epidemiologi oleh Dinas Kesehatan Kota Tangsel dan Puskesmas Keranggan atas laporan gangguan pencernaan massal.
Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel air bersih mendapati tingkat kontaminasi bakteri Escherichia coli yang melampaui batas normal. Sampel pada reservoir WTP menunjukkan angka 14, sementara sampel dari rumah warga dengan filter tercatat 660, dan rumah warga tanpa filter mencapai 956.
Pemerintah daerah menuntut pihak pengelola untuk segera memenuhi tanggung jawab penyediaan pasokan air bersih pengganti. “Dengan adanya permasalahan ini, pihak pengelola harus ikut bertanggung jawab memberikan distribusi air bersih dari sumber lain yang standar mutu bakunya terpenuhi,” ujar Pilar.
Pilar menekankan bahwa perbaikan sarana air bersih harus dikerjakan secara tuntas demi keselamatan masyarakat. Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang juga akan menyelidiki potensi kesalahan proses pengolahan maupun kebocoran jalur pipa.
“Jadi bukan pembenahan sedikit-sedikit, tapi secara menyeluruh, mulai dari pengolahan udara sampai pendistribusian dan jalur pemipaannya. Itu harus diperbaiki sesuai standar,” tegasnya.
Sebagai langkah lanjutan, instansi terkait bakal memperketat pengawasan distribusi air bersih darurat bagi warga terdampak. Pengelola WTP juga diwajibkan menyerahkan transparansi operasional dan kelengkapan administrasi kepada pemerintah daerah.











