Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS BANTEN– Pemerintah Kota Tangerang Selatan menargetkan 200 Sekolah Adiwiyata pada tahun 2027, Rabu (7/10/2026).
Pemerintah Kota Tangerang Selatan mematok target agar 200 sekolah di wilayahnya menerapkan program Adiwiyata pada tahun 2027. Kebijakan ini diambil guna menanamkan budaya serta kepedulian terhadap lingkungan hidup kepada generasi muda sejak usia dini.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan bahwa pada tahun 2026 terdapat sekitar 70 hingga 75 sekolah baru yang berkomitmen mengikuti gerakan berwawasan lingkungan ini. Tambahan tersebut akan membawa Tangsel menuju target 200 Sekolah Adiwiyata dalam satu hingga dua tahun ke depan.
Pilar menyatakan bahwa pembentukan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan perlu dimulai sedini mungkin mulai dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP. Menurutnya, pendidikan mengenai lingkungan akan jauh lebih berhasil jika diajarkan kepada anak-anak ketimbang saat mereka menginjak usia dewasa.
“Kalau kita menerapkannya kepada yang sudah dewasa rasanya sudah terlambat. Kebiasaan itu harus dimulai sejak usia dini,” ujar Pilar.
Pelaksanaan program Adiwiyata di Tangsel tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial seperti penanaman pohon semata. Program ini juga menggabungkan edukasi tata kelola lingkungan secara nyata, meliputi pemilahan sampah organik dan nonorganik, pembuatan kompos, pembuatan lubang biopori, bercocok tanam hidroponik, hingga pengelolaan peternakan mini di sekolah.
Pilar menegaskan bahwa jalannya program Adiwiyata sebenarnya tidak menuntut anggaran yang besar. Pihak sekolah didorong untuk kreatif memanfaatkan barang-barang bekas di sekitar, seperti memakai pipa atau ember tak terpakai untuk media tanam.
Para siswa turut diajarkan untuk memilah dan mengolah sampah langsung dari sumbernya. Sampah organik dipakai kembali untuk pupuk atau pakan ternak, sementara sampah nonorganik seperti botol plastik dan kertas dikumpulkan agar bisa didaur ulang dan bernilai ekonomis.
Lewat program Adiwiyata ini, Pemkot Tangsel mengharapkan kesadaran menjaga kebersihan tidak berhenti di lingkungan sekolah saja. Langkah tersebut diharapkan mampu membawa dampak positif pada perilaku masyarakat luas dalam mengelola sampah.











