BANTEN, TIGARAKSA — Bendera Merah Putih berkibar khidmat di Puspemda Tigaraksa, Senin (17/8). Namun, di balik semarak Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), terselip keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa saudara sebangsa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Usai memimpin jalannya upacara proklamasi, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid secara khusus menyampaikan duka cita atas bencana gempa bumi yang mengguncang NTT pada Sabtu (15/8) lalu.
“Kita minta kepada Tuhan Yang Maha Esa agar tidak terjadi bencana gempa bumi dan musibah lainnya,” ucap Bupati Maesyal di hadapan jajaran pejabat dan peserta upacara.
Bagi Pemkab Tangerang, duka masyarakat NTT adalah duka bersama. Bupati menegaskan bahwa solidaritas kemanusiaan tidak boleh berhenti sekadar pada ucapan belasungkawa. Pemkab Tangerang kini sedang mematangkan rencana aksi nyata untuk menyalurkan bantuan bagi para korban terdampak.
Sebagai langkah awal kepedulian, seluruh pegawai Pemkab Tangerang beserta jajaran Forkopimda dijadwalkan menggelar apel bersama pada Selasa besok. Agenda tersebut ditujukan khusus untuk memanjatkan doa bersama agar masyarakat NTT diberikan kekuatan, ketabahan, dan kesehatan dalam melewati masa-masa sulit ini.
Di sisi lain, Bupati Maesyal juga mengingatkan seluruh aparatur pemerintah bahwa momentum peringatan kemerdekaan Indonesia harus dijadikan pijakan evaluasi. Kemerdekaan, menurutnya, bukan sekadar agenda tahunan, melainkan pemantik semangat bagi seluruh jajaran Pemkab Tangerang untuk terus membenahi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
SAS