Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, BANTEN – Pemerintah Provinsi Banten telah menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan beserta personelnya untuk mengantisipasi potensi masalah kesehatan publik yang timbul akibat abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau, Selasa (8/92026).
Kepala Dinas Kesehatan Banten, Ati Pramudji Hastuti, menyatakan bahwa semua rumah sakit, puskesmas, laboratorium kesehatan daerah, stasiun karantina, dan pos kesehatan diminta untuk mengaktifkan layanan darurat selama 24 jam. Pengaktifan ini disesuaikan dengan tingkat risiko lokal di masing-masing wilayah.
Langkah kesiapsiagaan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.7/3234/DINKES/2026 yang diterbitkan oleh dinas kesehatan setempat. Tujuannya adalah untuk mencegah lonjakan kasus kesehatan di masa mendatang akibat dampak abu vulkanik.
“Kasus saat ini masih dalam batas normal. Namun, bersama seluruh tenaga kesehatan, kami tetap siaga sesuai arahan Gubernur Banten untuk mencegah lonjakan kasus di masa mendatang,” ujar Ati Pramudji Hastuti.
Abu vulkanik diketahui mengandung partikel dan gas iritan yang dapat memicu iritasi pada saluran pernapasan, mata, dan kulit. Selain itu, abu ini juga dapat memperburuk kondisi asma, mengkontaminasi makanan dan air yang tidak tertutup, serta menyebabkan kecelakaan akibat penurunan jarak pandang dan jalanan yang licin.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi, Dinas Kesehatan Banten mewajibkan seluruh fasilitas kesehatan untuk memastikan ketersediaan peralatan medis esensial dan pasokan medis. Termasuk juga sistem rujukan dan ambulans yang siap siaga.
Peralatan yang dimaksud meliputi tabung oksigen, pulse oximeter, bronkodilator, inhaler dengan spacer, larutan pencuci mata steril, alat pelindung diri (APD), serta respirator partikulat untuk tenaga medis. Petugas kesehatan lapangan juga ditugaskan melakukan surveilans harian terhadap potensi lonjakan kasus pernapasan.
Prioritas pengawasan diberikan kepada kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan individu dengan kondisi kronis. Pasokan masker saat ini dilaporkan mencukupi untuk didistribusikan, dan bantuan tambahan akan segera dikirim oleh Pusat Krisis Kementerian Kesehatan ke Banten, Lampung, Jakarta, dan Jawa Barat.


