Heri Purwadyo Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, BANTEN – Sejumlah penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta sempat mengalami penundaan pada Senin pagi hingga malam hari. Penundaan ini disebabkan oleh sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang mengganggu operasional bandara, Selasa ( 8/9/2026).
Akibatnya, banyak penumpang yang terpaksa menunggu di bandara untuk mendapatkan kepastian jadwal keberangkatan. Penumpang domestik maupun internasional turut terdampak situasi ini. Salah satu penumpang yang mengalami penundaan adalah Ahmed Al Tami, seorang warga negara Arab Saudi, yang bersama istrinya tertahan selama dua hari di Bandara Soekarno-Hatta.
Ahmed Al Tami mengungkapkan rasa lelah dan letih akibat penundaan tersebut. Ia bersama istrinya kesulitan mendapatkan tempat beristirahat yang layak dan fasilitas tempat ibadah di sekitar bandara dinilai belum memadai. Jadwal penerbangan mereka pun terus berubah, dengan pembaruan informasi hampir setiap enam jam, termasuk perubahan waktu dan hari keberangkatan.
“Jadi sebetulnya penerbangan kami sudah dijadwalkan besok pukul 08.30 pagi, tapi itu pun masih belum pasti, apakah sudah lepas landas atau akan tertunda lagi, karena pembersihan landasan pacu,” ujar Ahmed.
Ahmed juga mengaku tidak menerima kompensasi apa pun dari pihak maskapai atas penundaan penerbangan yang menyebabkan dirinya dan keluarga tertahan selama dua hari. Ia menyatakan bahwa seharusnya ada alternatif yang diberikan bagi penumpang, seperti akomodasi atau asuransi, namun hal tersebut belum tersedia.
“Ya memang seharusnya sudah ada alternatif bagi penumpang yang akan berangkat ke tujuan atau negaranya, maka itu baru bisa disebut sudah memenuhi kewajibannya. Tapi kenyataannya memang belum ada kompensasi lebih lanjut untuk masalah kami,” terangnya.
Ahmed dan istrinya seharusnya pulang pada Minggu (6/9/2026) dengan jadwal penerbangan antara pukul 14.00 hingga 00.00 WIB. Ia mengaku baru saja selesai berlibur bersama istrinya, namun akibat penundaan ini membuatnya merasa lelah.
“Jujur saya baru berlibur bersama istri saya. Memang Alhamdulillah lancar, hanya akibat penundaan ini membuat kami merasa agak kelelahan sejak dua hari terakhir,” jelas Ahmed.
Ketidakpastian jadwal penerbangan membuat Ahmed dan istrinya belum bisa beristirahat dengan tenang. Ia berharap ada alternatif berupa akomodasi atau asuransi yang dapat diberikan.
Meskipun mengalami kendala, Ahmed memilih untuk menerima keadaan dan yakin akan ada penyelesaian. “Saya bersyukur dan hanya bisa bersabar meski belum tahu kejadian ke depan, tapi saya yakin insya Allah pasti ada penyelesaian,” tandasnya.


