HARIAN EXPRESS, TANGERANG — Fenomena ribuan ikan mati dan mendadak mengapung di aliran Sungai Cisadane pada Kamis siang memicu perhatian warga sekitar. Terdapat perbedaan keterangan mengenai penyebab pasti peristiwa yang berdampak pada ekosistem perairan tersebut.
Berdasarkan keterangan foto ANTARA Foto, Kementerian Lingkungan Hidup menemukan adanya indikasi pencemaran limbah pestisida. Aliran bahan kimia tersebut terdeteksi membentang sejauh 22,5 kilometer dari Sungai Jaletreng hingga Sungai Cisadane, yang melintasi wilayah Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, hingga Kabupaten Tangerang, serta mengakibatkan kematian berbagai biota akuatik.

Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang menilai fenomena tersebut dipicu oleh faktor hidrologi dan perubahan cuaca yang ekstrem.
“Ikan yang mabuk karena kondisi hidrologi, cuaca yang semalam dan tadi ada hujan setelah panas lama,” kata Kepala DLH Kota Tangerang Yudi Pradana dalam keterangannya di Tangerang, Kamis.
Yudi menjelaskan bahwa pihaknya telah mengutus tim teknis untuk mengambil sampel air sungai. Berdasarkan pengujian kualitas air, parameternya dinyatakan masih aman dan memenuhi standar baku mutu sebagaimana tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lampiran 6).
Pemerintah Kota Tangerang memastikan pengawasan berkala terus dilakukan guna memantau perkembangan ekosistem Sungai Cisadane. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak langsung mengambil kesimpulan sebelum ada hasil investigasi menyeluruh dari instansi berwenang.