Sabtu, 05 September 2026
Hot

Jambochil II 2026 di La Tansa Lebak Targetkan 5.751 Peserta dan Pengunjung

Siap-siap! Jambochil II 2026 di Pondok Pesantren La Tansa Lebak Banten akan mengumpulkan 5.751 peserta untuk perkemahan akbar Pramuka Penggalang.

Article ad before first paragraph

Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIANEXPRESS, BANTEN – Lebih dari 5.751 peserta dan pengunjung diperkirakan akan memeriahkan Jamboree Brotherhood of Children II (Jambochil II) 2026, Sabtu (5/9/2026).

Acara pramuka akbar ini akan berlangsung di Pondok Pesantren La Tansa, Lebak, Banten, pada 26 hingga 27 September 2026, menyajikan perpaduan edukasi, kompetisi, dan hiburan bagi Pramuka Penggalang.

Perkemahan akbar Pramuka Penggalang tingkat SD/MI sederajat ini dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi. Penyelenggara juga menitikberatkan pada pendidikan karakter, nilai keislaman, kreativitas, kepemimpinan, dan kegiatan kebersamaan sebagai bagian dari rangkaian acara.

Article ad in the middle of article

Jambochil II 2026: Perkemahan Akbar dengan Tema Spesial

Jambochil II 2026 mengusung tema unik “SI JATI: Andika Pramuka Layaknya Pohon Jati Tumbuh, Teguh & Teduh.” Tema ini memiliki makna mendalam yang diharapkan mampu membentuk karakter peserta.

Filosofi “SI JATI” dan Harapan Penyelenggara

Humas Pondok Pesantren La Tansa, Zalfa Zahira, menjelaskan bahwa tema tersebut menggambarkan harapan agar peserta Jambochil memiliki keterampilan kepramukaan. Mereka juga diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang kuat, teguh dalam kebaikan, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Melalui Jambochil II 2026, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya mengasah keterampilan Pramuka, tetapi juga menanamkan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, nilai-nilai Islam, dan kepedulian terhadap lingkungan,” kata Zalfa Zahira.

Menurutnya, filosofi pohon jati dalam tema “SI JATI” menjadi pesan bahwa pembentukan karakter membutuhkan sebuah proses. Peserta diharapkan dapat tumbuh dengan kuat, memiliki prinsip, sekaligus menjadi pribadi yang membawa keteduhan bagi masyarakat.

Ragam Kegiatan dan Peserta yang Meriah

Skala kegiatan Jambochil II ini terlihat dari komposisi peserta yang disiapkan. Jambochil II akan diikuti oleh 800 peserta Pramuka, yang terdiri atas 400 peserta putra dan 400 peserta putri.

Selain itu, akan bergabung juga 1.600 wali murid, 1.017 santri putra dan putri Pondok Pesantren La Tansa, 2.034 wali santri, serta 300 orang dari unsur civitas pesantren. Panitia Jambochil II telah menyiapkan beragam perlombaan dengan karakter yang berbeda. Ini bertujuan untuk menerjemahkan konsep tema ke dalam aktivitas nyata.

  • Pada kategori ketangkasan dan keterampilan, peserta akan mengikuti Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB), kreasi yel-yel, Semaphore, dan Paradise Stand atau pendirian tenda kreatif.
  • Kemampuan intelektual dan keagamaan akan diuji melalui cerdas cermat, ular tangga edukatif, serta Duo Da’i bertema “Seragam Coklat dan Hati yang Taat”.
  • Peserta juga dapat mengekspresikan kreativitas mereka melalui lomba baca puisi bertema nasionalisme, Tic Tac Toe, dan karnaval budaya dengan kostum kreatif.

Di luar arena perlombaan, Jambochil II juga akan diisi kegiatan yang menekankan kebersamaan dan kepedulian sosial. Peserta dijadwalkan mengikuti senam pagi bersama, pengajian, hingga operasi semut sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Tak ketinggalan, agenda Jambochil Expo & Bazar turut disiapkan untuk melengkapi rangkaian kegiatan. Dari sisi kreativitas pertunjukan, peserta akan menyaksikan aksi Pasukan Gabungan (PASGAB) dan Semaphore Dance dari Pramuka Pondok Pesantren La Tansa.

Salah satu agenda yang diperkirakan menjadi perhatian pengunjung adalah penampilan Wali Band di Aula Kalijaga. Grup musik tersebut dijadwalkan tampil sebagai bagian dari rangkaian Jambochil II 2026, melengkapi format acara yang memadukan edukasi, kompetisi, kebersamaan, dan hiburan.

Dengan menggabungkan perkemahan, kompetisi, kegiatan keagamaan, kepedulian lingkungan, dan kreativitas, Jambochil II 2026 diarahkan menjadi ruang belajar yang berlangsung di luar kelas. Di sana, pesan “tumbuh, teguh, dan teduh” diterjemahkan ke dalam pengalaman langsung yang diharapkan menjadi bekal karakter peserta dalam perjalanan mereka menuju masa depan.

Article ad after last paragraph