Tubagus Soleh
Penulis
|
Ipnu Subroto
Editor
Penerapan PJJ secara mendadak memaksa para orang tua merogoh kocek lebih dalam untuk membeli kuota internet dan kebutuhan daring lainnya. Hal ini dikeluhkan karena beban ekonomi masyarakat saat ini sudah cukup berat di tengah kondisi perekonomian yang belum stabil.
Tubagus Ahmad Jalaludin, alumni pesantren di Tangerang Selatan, menilai pemerintah seharusnya sudah menyiapkan infrastruktur pendukung seperti fasilitas WiFi sebelum memberlakukan PJJ. Ia menyayangkan langkah pemerintah yang dianggap tanpa perencanaan matang.
“Ini yang patut disayangkan dari kebijakan PJJ yang terkesan reaktif,” ungkap Tubagus kepada Harian Express.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa peristiwa darurat semacam ini bukan pertama kalinya terjadi. Namun, pemerintah dinilai masih kurang peka dan belum memiliki mitigasi perencanaan yang jelas, baik untuk jangka pendek, menengah, maupun panjang.
Sebagai solusi, Tubagus mendorong realisasi fasilitas WiFi gratis di setiap Rukun Tetangga (RT). Jika infrastruktur ini sudah terbangun, pemerintah dapat langsung mengaktifkannya kapan saja saat terjadi kondisi di luar kendali seperti bencana alam.
“Dengan begitu, kebijakan PJJ bisa berjalan efektif dan tidak menjadi beban tambahan bagi tanggungan orang tua,” pungkasnya.


