M Ridwan Habibie A Penulis | Redaksi HarianExpress Editor
HARIANEXPRESS, KABUPATEN TANGERANG — Menteri Agama Republik Indonesia melantik Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid se-Provinsi Banten di Masjid Raya BSD Baitul Mukhtar, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Jumat (3/7/2026).
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari rangkaian hari pertama Bridging to International Grand Imams Conference 2026 yang dipadukan dengan Musabaqah Tilawatil Qur’an Imam Masjid se-Banten. Rangkaian acara mengangkat semangat penguatan fungsi masjid, diplomasi keagamaan, dan perdamaian dunia.
Agenda itu mempertemukan imam masjid, ulama, akademisi, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, serta unsur pemerintahan dari sejumlah wilayah di Banten. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang konsolidasi untuk merumuskan program pembinaan imam yang mampu menjawab kebutuhan umat.
Para pengurus yang baru dilantik diharapkan tidak hanya menjalankan tugas organisasi secara administratif. Mereka juga diminta memperluas pelayanan masjid dalam bidang pendidikan keagamaan, pembinaan generasi muda, kepedulian sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Pengurus Daerah IPIM Kota Tangerang Selatan hadir dengan membawa lebih dari 50 tokoh agama dari berbagai kecamatan. Rombongan dipimpin Ketua PD IPIM Kota Tangerang Selatan, Prof. Dr. H. Hasani Ahmad Said, M.A., bersama para kiai, ustaz, akademisi, dan pengurus masjid.
Hasani mengatakan, pelantikan pengurus IPIM se-Banten merupakan momentum penting untuk memperkuat jaringan dan koordinasi imam masjid di tingkat daerah. Menurutnya, keberadaan organisasi harus memberikan manfaat nyata bagi imam, jamaah, dan masyarakat luas.
“Insyaallah pengurus IPIM se-Banten dilantik langsung oleh Ketua Umum IPIM yang juga Menteri Agama Republik Indonesia. Ini momentum penting untuk memperkuat konsolidasi peran imam masjid di tengah masyarakat,” ujar Hasani di sela rangkaian acara.
Ia menambahkan, imam masjid kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perubahan sosial dan perkembangan media digital. Karena itu, para imam perlu memiliki wawasan keagamaan yang kuat, kemampuan komunikasi yang baik, serta kepekaan dalam menyikapi persoalan masyarakat.
Sejumlah tokoh dari Tangerang Selatan yang mengikuti pelantikan antara lain Dr. (H.C.) Isqowi Indaddien Masya, M.M., Prof. Bambang Irawan, dan Prof. Saifudin Herlambang. Tokoh perempuan yang aktif dalam pendidikan, dakwah, dan pembinaan umat juga turut masuk dalam jajaran kepengurusan.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dengan menampilkan nuansa khas tradisi ulama Nusantara. Pengurus pria mengenakan baju koko putih, peci hitam, dan kain sarung, sedangkan pengurus perempuan mengenakan gamis serta kerudung berwarna putih.
Pilihan busana itu menggambarkan kesederhanaan, ketawadhuan, dan kuatnya akar tradisi pesantren dalam kehidupan keagamaan masyarakat Indonesia. Nuansa santri terlihat sejak awal hingga berakhirnya prosesi pengukuhan pengurus.
Pelantikan turut disaksikan Gubernur Banten Andra Soni, jajaran panitia IGIC 2026, tokoh agama, akademisi, serta pimpinan Yayasan Muslim Sinar Mas Land. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan pelayanan sosial.
Dukungan juga disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan, H. Ahmad Rifaudin, S.Ag., M.Pd. Ia mengajak aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Agama untuk ikut menyemarakkan rangkaian agenda keagamaan tersebut.
“Kami mendukung penuh agenda ini sebagai bagian dari penguatan fungsi masjid dan peningkatan peran imam dalam menjaga kerukunan serta harmoni umat,” kata Ahmad Rifaudin.
Setelah prosesi pelantikan dan pelaksanaan salat Jumat, para pengurus mengikuti seminar bertajuk Masjid Harmony dengan tema Religious Diplomacy and Global Peace. Forum itu membahas kontribusi imam dan institusi masjid dalam mencegah konflik, memperkuat toleransi, serta membangun komunikasi antarumat.
Melalui pelantikan dan rangkaian IGIC 2026, IPIM menegaskan bahwa imam masjid memiliki peran lebih luas daripada sekadar memimpin ibadah. Pengurus yang baru dikukuhkan diharapkan mampu menjadikan masjid sebagai ruang pendidikan, persaudaraan, kepedulian sosial, dan penyemaian nilai perdamaian di tengah masyarakat.


