Rabu, 26 Agustus 2026
Hot

Pemkot Cilegon Tertibkan PKL di Atas Drainase Kawasan Pasar Blok F

Pemerintah Kota Cilegon menertibkan PKL yang berjualan di atas drainase kawasan luar Pasar Blok F. Tindakan ini bertujuan mengembalikan fungsi saluran air dan mengurangi potensi banjir.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, BANTEN  – Pemerintah Kota Cilegon, Banten, menertibkan pedagang kaki lima yang berjualan di atas saluran drainase di kawasan luar Pasar Blok F, Kamis (4/6/2026) .

Penertiban ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi drainase dan menekan potensi banjir di area pasar.

Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon, Dana Sujaksani, menyampaikan bahwa aktivitas PKL di atas saluran air mempersulit proses pembersihan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan penyumbatan dan memicu banjir.

Pemerintah daerah telah menyediakan kios dan los yang dapat ditempati para pedagang. Mereka diminta untuk memanfaatkan fasilitas yang masih kosong di dalam pasar.

Article ad in the middle of article

“Kita berharap penertiban itu mengembalikan fungsi drainase dan mengurangi potensi banjir di kawasan pasar,” ujar Dana Sujaksani.

Dana Sujaksani menegaskan bahwa lokasi berjualan PKL selama ini bukanlah area yang diperuntukkan bagi aktivitas perdagangan. Penataan ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran air serta mencegah banjir akibat drainase yang tersumbat.

Jika pedagang terus berjualan di lokasi tersebut, potensi penyumbatan saluran akan sangat tinggi. Hal ini disampaikan oleh Dana Sujaksani.

“Pemerintah daerah telah menyediakan kios dan los untuk ditempati pedagang. Kami minta pedagang agar memanfaatkan dan menempati kios dan los di dalam pasar yang masih kosong,” kata Dana Sujaksani.

Lurah Ciwaduk Kota Cilegon, Nurul Hadiyati Mahfud, menambahkan bahwa penertiban PKL ini merupakan respons terhadap keluhan masyarakat. Keluhan tersebut berkaitan dengan banyaknya lapak yang berdiri di atas saluran air dan menghambat aliran drainase.

“Kami mendukung penertiban PKL agar tidak berjualan di atas drainase karena bisa menimbulkan banjir jika musim hujan,” ujar Nurul Hadiyati Mahfud.

Article ad after last paragraph