HARIANEXPRESS, BANTEN – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara berkesinambungan di sejumlah wilayah Indonesia mulai menunjukkan perkembangan positif, Minggu (6/9/2026).
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat penurunan tajam jumlah hotspot (titik panas) dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidance ) secara nasional, dari 818 titik pada Jumat (4/9) menjadi 558 titik pada Sabtu (5/9) malam.
Berdasarkan pemantauan sistem SiPongi, sistem informasi dan pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis web dan aplikasi, Kemenhut yang mengolah data satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, sebanyak lima dari enam provinsi prioritas mengalami penurunan hotspot . Penurunan paling drastis terjadi di Kalimantan Barat, yakni penurunan 70 titik dari sebelumnya 124 menjadi 54 titik, yang didorong oleh guyuran hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian wilayah setempat.
Secara rinci, sebaran 558 hotspot kepercayaan tinggi di provinsi prioritas tercatat di Kalimantan Tengah sebanyak 178 titik (turun dari 252), Sumatera Selatan 120 titik (turun dari 165), Kalimantan Barat 54 titik (turun dari 124), Riau 12 titik (turun dari 13), dan Jambi 6 titik (turun dari 14). Sementara itu, Kalimantan Selatan menjadi satu-satunya wilayah prioritas yang mengalami kenaikan tipis dari 4 menjadi 14 titik.
Fokus Penanganan di Sumatera Selatan dan Kalimantan
Meskipun tren nasional menunjukkan penurunan sebanyak 260 titik, Kemenhut bersama tim gabungan yang melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, serta masyarakat memperkuat perhatian di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah. Kedua provinsi tersebut masih mencapai angka titik panas tertinggi.
Guna menekan potensi penyebaran api dan secepatnya, operasi pemadaman digencarkan melalui jalur darat maupun udara. Sebanyak 53 unit armada udara dikerahkan ke wilayah terdampak, terdiri atas 19 armada untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta 34 armada untuk pemadaman udara (water bombing ) .
Kemenhut menegaskan bahwa penanganan di lapangan tetap fokus pada teknik mengepel dan mendinginkan, terutama pada area gambut yang berpotensi menyimpan bara api di bawah permukaan tanah.
Imbauan dan Kewaspadaan Kualitas Udara
Seiring dinamika cuaca, Kemenhut bersama BMKG terus memadukan kualitas udara, kondisi asap, dan jarak pandang di lokasi terdampak. Pada malam 5 September, jarak pandang penerbangan di Palembang telah membaik ke angka 10 kilometer, sedangkan wilayah Pontianak masih mencatatkan jarak pandang terbatas sekitar 2 kilometer akibat paparan asap.
Kemenhut mengingatkan bahwa indikasi hotspot dari satelit perlu terus dinyalakan melalui groundcheck di lapangan. Pemerintah kembali mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga yang menemukan titik api diimbau segera melapor ke Posko Karhutla Kemenhut melalui nomor telepon 021-5704618 atau WhatsApp +62 8131-00-35000.


