MUHAMMAD RIDWANPenulis | REDAKSIEditor
HARIANEXPRESS, TANGERANG SELATAN- Kehadiran Amigos menjadi salah satu perhatian dalam gelaran Bocil Championship 2026 Jilid IV yang berlangsung di Youth Center Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (27/09/2026).
Amigos hadir di tengah ratusan pesilat cilik yang mengikuti kejuaraan pencak silat yang digelar IPSI Kota Tangerang Selatan tersebut. Kehadirannya turut memberikan warna tersendiri dalam agenda yang secara khusus menjadi ruang pembinaan bagi pesilat usia dini.
Sebanyak 340 peserta ambil bagian dalam Bocil Championship IV yang digelar selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 26–27 September 2026. Para peserta berasal dari berbagai perguruan pencak silat, sekolah dasar negeri maupun swasta, serta pondok pesantren se-Kota Tangerang Selatan.
Kehadiran Amigos sebagai atlet pencak silat berprestasi menjadi kesempatan bagi para peserta untuk melihat secara langsung sosok yang telah menekuni dunia pencak silat dan meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi.
Bagi para pesilat cilik, kehadiran atlet seperti Amigos juga dapat menjadi bagian dari pengalaman dalam mengikuti sebuah kejuaraan. Tidak hanya bertanding, mereka dapat mengenal lebih dekat dunia pencak silat dan melihat adanya jenjang pembinaan yang dapat ditempuh sejak usia dini.
Bocil Championship IV sendiri mempertandingkan kelompok anak-anak mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga siswa kelas VI sekolah dasar. Kejuaraan tersebut diarahkan sebagai bagian dari upaya mengenalkan sekaligus membangun pembinaan pencak silat sejak usia dini.
“Tujuannya untuk membangun, menumbuhkan dan memperkenalkan pencak silat dari usia dini,” ujar Ketua IPSI Kota Tangerang Selatan, Delima Bungsu, kepada Bantenekspres.co.id di Pamulang, Minggu (27/09/2026).
Menurut Delima, pembinaan sejak usia dini menjadi fondasi untuk melanjutkan perkembangan pesilat menuju jenjang pra-remaja, remaja hingga dewasa. Karena itu, ajang yang secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak dinilai menjadi salah satu ruang pembentukan pesilat sejak awal.
“Kalau sebelumnya ada usia dini, pra-remaja, remaja dan dewasa. Kalau yang ini khusus bocil, khusus SD,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, panitia juga menyediakan piala, sertifikat dan medali bagi peserta yang berhasil meraih juara. Para pesilat cilik tidak hanya mendapatkan pengalaman bertanding, tetapi juga kesempatan untuk membangun kepercayaan diri melalui kompetisi.
Sementara itu, IPSI Kota Tangerang Selatan terus mendorong penguatan pembinaan pencak silat di lingkungan pendidikan. Salah satunya melalui rencana penerapan pencak silat sebagai muatan lokal di sekolah yang ditargetkan mulai diterapkan pada 2027.
Materi ajar dan buku panduan disebut telah disusun dan didistribusikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat. Saat ini, IPSI Tangsel masih menunggu proses sertifikasi serta pemberdayaan pelatih atau pengajar yang nantinya terlibat dalam pembelajaran.
“Kami dari IPSI Tangsel menunggu pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk pemberdayaan sertifikasi pelatih atau pengajarnya. Jadi kami tinggal menunggu,” ujar Delima.
Kehadiran Amigos di Bocil Championship IV pun menjadi bagian menarik dari suasana kejuaraan. Di tengah persaingan ratusan pesilat cilik dari berbagai perguruan dan sekolah, sosok atlet berprestasi tersebut hadir dalam agenda yang menempatkan pembinaan generasi muda sebagai fokus utama.












