Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, BANTEN– Mantan Ketua KONI Kota Tangerang Selatan, Hamka Handaru, soroti persiapan kontingen Tangsel dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Banten, Jumat (2/10/2026).
Tanggapan tersebut disampaikannya di sela-sela kegiatan sosial Berbagi makan gratis “Jumat Berkah” yang digelar oleh Tangsel Sport Community (TSC) di Rumah Makan Sego Pak Yoyok.
Sebagai sosok yang pernah membina para atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga (cabor) di Tangsel selama lima tahun, Hamka merasa khawatir dengan berbagai dinamika yang berkembang menjelang perhelatan olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut. Menurutnya, dinamika yang terjadi berpotensi memecah fokus persiapan para atlet yang tengah berlatih keras.
“Lima tahun saya pernah bersama para cabor, atlet, pelatih, dan teman-teman pengurus. Tentunya sangat prihatin melihat kondisi seperti ini. Menghadapi event yang cukup besar di mana semua fokus dan upaya kita curahkan, kita masih kena ‘splatteran’ yang khawatirnya mengganggu konsentrasi atlet,” kata Hamka.
Guna mencegah dampak negatif yang lebih luas terhadap mental dan kesiapan kontingen, Hamka berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan dan Pengurus Besar (PB) Porprov untuk segera mengambil langkah cepat, tepat, dan strategis.
Ia menekankan bahwa jadwal pelaksanaan Porprov Banten sudah semakin dekat dan tidak memungkinkan untuk ditunda. Oleh karena itu, kebijakan strategis dari pemerintah daerah sangat diperlukan agar kondusivitas tim tetap terjaga.
“Mudah-mudahan Pemerintah Kota bisa membuat satu kebijakan yang strategis dan cepat. Karena kegiatan ini tidak bisa lagi diundur atau diulur-ulur, tapi sudah harus segera berjalan,” tegasnya.
Gelar Aksi Sosial Jumat Berkah

Selain menyoroti kesiapan Porprov, Hamka bersama komunitasnya, Tangsel Sport Community (TSC), juga menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial di tengah tekanan ekonomi masyarakat. Melalui program Jumat Berkah, TSC membagikan ratusan porsi makanan gratis yang menyasar para pengemudi ojek online (ojol), pelajar, serta warga sekitar yang melintas.
Hamka menyebut aksi ini murni didasari oleh rasa empati dan mencakup atas kondisi ekonomi masyarakat yang kian berat. Langkah sosial TSC tersebut juga mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh masyarakat Tangsel yang berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara konsisten.
Aksi kepedulian ini mendapat apresiasi hangat dari para tokoh yang hadir. Pak Landung, salah satu tokoh di Kota Tangerang Selatan, menilai positif langkah TSC yang memadukan kegiatan komunitas dengan nilai keagamaan dan kepedulian sosial.
“Baguslah. Bahasa saya ora luka tapi kebak. Artinya bukan rugi, tapi malah menguntungkan. Ini jarang loh ada satu organisasi yang orientasinya sampai ke religius,” ujar Landung di lokasi acara.
Senada dengan hal tersebut, Pak Haji Yoyok, salah satu tokoh masyarakat Kota Tangerang Selatan sekaligus pemilik rumah makan, turut mengapresiasi dan menekankan pentingnya konsistensi dalam beramal. Menurutnya, kegiatan berbagi seperti ini bisa dilakukan di mana saja dan sangat luar biasa jika dijadikan agenda rutin.
“Sangat bagus sekali. Namanya orang beramal kan di jalan apa saja. Ini makin bagus kalau dilakukan rutin, luar biasa. Rezeki makin banyak, Masyarakat terbantu, insya Allah semakin berkah,” tutur H. Yoyok.











