Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIAN EXPRESS, BANTEN – Pemerintah Provinsi Banten meminta Basarnas memperpanjang masa pencarian delapan korban hilang kapal speedboat Arupadhatu 1 di perairan Selat Sunda setelah melewati batas standar tujuh hari operasi, Minggu (13/09/2026).
Permintaan tersebut diajukan secara langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni saat mendatangi Posko SAR Nasional Carita. Langkah kedinasan ini ditempuh oleh pemerintah provinsi guna merespons aspirasi mendalam dari pihak keluarga korban yang menaruh harapan besar agar pencarian terus dilanjutkan.
Selain desakan dari pihak keluarga, pertimbangan utama untuk tidak menghentikan operasi penyelamatan lebih awal didasarkan pada penemuan beberapa barang mengapung di perairan selama proses penyisiran. Temuan-temuan material tersebut dinilai memberikan potensi petunjuk penting bagi tim SAR gabungan dalam mengusut keberadaan rombongan yang hilang misterius.
“Saya berharap Basarnas selaku pimpinan operasi dapat mempertimbangkan harapan keluarga dan melihat potensi dari beberapa temuan di lapangan,” ujar Andra Soni.
Berdasarkan laporan kronologi awal, delapan orang korban yang berada di kapal tersebut dinyatakan hilang kontak sejak hari Senin, 7 September 2026 yang lalu. Seluruh rombongan diketahui mulai berlayar meninggalkan Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang sekitar pukul 14.00 WIB dengan tujuan akhir kawasan Gunung Anak Krakatau.
Namun, di tengah perjalanan melintasi jalur laut tersebut, armada speedboat Arupadhatu 1 mendadak kehilangan komunikasi komunikasi dan tidak pernah sampai ke tempat tujuan. Hingga memasuki pencarian hari ketujuh pada akhir pekan ini, keberadaan fisik dari kedelapan penumpang kapal masih belum menemui titik terang.
Dalam agenda penyisiran pada hari keenam, personel gabungan SAR sebenarnya telah mendapati benda berupa pelampung keselamatan, dua lembar terpal, serta satu galon air. Walau demikian, aparat berwenang masih berupaya melakukan proses konfirmasi medis serta teknis untuk memastikan keterkaitan barang itu dengan rombongan jurnalis.
Guna memperbesar peluang penemuan, pihak keluarga secara khusus memohon agar tim penyelamat memfokuskan perluasan wilayah penyisiran hingga menjangkau kawasan sekitar Pulau Sebesi. Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen penuh untuk mendampingi serta menjaga kondisi kesehatan fisik maupun psikis keluarga korban di posko.
Adapun identitas lima orang jurnalis yang berada di kapal tersebut meliputi M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal. Sementara itu, tiga orang kru kapal yang mendampingi rombongan tersebut diidentifikasi atas nama Warta, Surakman, beserta Heriyanto.
Pemerintah daerah setempat menaruh harapan sangat besar agar perluasan operasi penyisiran yang dikemas ulang ini dapat segera memberikan kejelasan informasi mengenai nasib seluruh korban. Seluruh pihak terkait diimbau untuk terus bekerja sama memaksimalkan segala potensi pencarian demi keselamatan para penumpang kapal.








