Kamis, 10 September 2026
Hot

Anak Krakatau Erupsi, PJJ di Banten Diperpanjang

Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu perpanjangan PJJ di Banten sampai Jumat (11/9). PVMBG rekomendasikan masker dan hindari radius 3 kilometer.

Article ad before first paragraph

Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIAN EXPRESS, BANTEN – Pemerintah Provinsi Banten memperpanjang masa pembelajaran jarak jauh bagi siswa sekolah hingga Jumat akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemprov Banten mengambil keputusan ini guna memantau perkembangan kondisi terkini. (09/09/2026)

Pemprov Banten memutuskan langkah penambahan masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini demi menjaga kesehatan para siswa. Sebelumnya, pemerintah menjadwalkan kebijakan belajar dari rumah tersebut berlangsung selama tiga hari hingga Rabu.

Aktivitas erupsi gunung api tersebut mulai menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan kondisi pada Sabtu (5/9) dan Minggu (6/9). Kendati demikian, pihak berwenang mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah demi keselamatan.

Article ad in the middle of article

“Kemarin tiga hari sampai Rabu, ditambah dua hari sampai Jumat (11/9). Perkembangan berikutnya kita pantau,” ujar Andra Soni.

Rekomendasi Keamanan PVMBG

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi larangan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Selain itu, PVMBG menganjurkan warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan untuk selalu mengenakan masker pelindung.

“Rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) itu masih memberikan rekomendasi untuk melarang siapa pun mendekati radius 3 km. Kemudian dianjurkan, disarankan, diminta kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat berada di luar ruangan,” kata Andra Soni.

Pengujian Mutu Udara

Pemprov Banten juga bergerak cepat dengan menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup untuk segera menguji mutu udara di wilayah terdampak. Pemprov Banten mengambil langkah tersebut guna memastikan tingkat kelayakan dan kebersihan udara bagi kesehatan publik.

“Dan kami juga dengan beberapa dinas terkait setelah meminta beberapa update, kemudian saya juga meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan uji mutu udara,” ucap Andra Soni.

Gunung Anak Krakatau sendiri masih terus mengeluarkan abu hitam yang kini terpantau bergerak mengarah ke samudera. Gunung api ini menyandang status Siaga atau Level III sejak 2 Juli 2026.

“Kami terus melakukan pemantauan. Sampai saat ini, gunung masih mengeluarkan abu hitam yang pergerakannya bergeser ke arah samudera. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,” tutur Andra Soni.

Article ad after last paragraph