Senin, 21 September 2026
Hot

BNN Soroti Nelayan Tergiur Jadi Kurir Narkotika

BNN RI memperingatkan ancaman peredaran narkotika yang kian terorganisasi hingga ke wilayah pesisir dan melibatkan nelayan sebagai kurir.

Article ad before first paragraph

Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIANEXPRESS, BANTEN – Badan Narkotika Nasional mengingatkan ancaman peredaran narkotika yang kian terorganisasi hingga ke wilayah pesisir dan perdesaan serta menyasar berbagai profesi seperti nelayan, Selasa (15/09/2026).

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, menyampaikan bahwa para nelayan kini banyak yang tergiur menjadi kurir barang haram tersebut. Mereka memanfaatkan jalur perairan dan pelabuhan tikus demi keuntungan finansial yang besar.

“Ini bukan menakut-nakuti, tapi kami bicara fakta realistis di lapangan. Jika kami membiarkan ini tanpa tindakan tegas dan serius, jangan heran dalam lima tahun mendatang Indonesia bisa menghadapi situasi ancaman kejahatan terorganisir seperti di Meksiko atau Brasil,” ujar Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

Article ad in the middle of article

Hal itu disampaikan Sayudi saat menerima kunjungan dan audiensi pengurus Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) di Jakarta.

Dalam penindakan terbaru, pihak BNN mengamankan 17 senjata api rakitan, modern, serta organik yang diduga dipakai jaringan bandar narkoba. Suyudi menekankan pentingnya kolaborasi kuat antara BNN, pemerintah daerah, serta DPRD kabupaten guna memperkuat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI), Siswanto, memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya pemberantasan oleh BNN. Ia mencatat keberhasilan penggerebekan kampung narkotika di 52 titik serta langkah antisipasi penyalahgunaan rokok elektrik.

“Pencegahan narkotika dan penyelamatan generasi bangsa adalah tugas kita bersama. Kami di ADKASI siap mendukung keterlibatan DPRD kabupaten, baik dalam mendorong perda P4GN, pengalokasian anggaran APBD untuk BNNK, maupun sosialisasi ke daerah-daerah,” ujar Siswanto.

Kondisi riil di tingkat daerah juga diungkapkan oleh pimpinan DPRD Majalengka Didi Supriadi dan pimpinan DPRD Siak Syarif. Mereka menyoroti maraknya obat-obatan terlarang di perdesaan serta kerawanan jalur laut seperti Selat Malaka terhadap penyelundupan narkotika.

Article ad after last paragraph