Minggu, 30 Agustus 2026
Hot

BPBD Tangsel Catat 21 Titik Kekeringan, Ribuan Jiwa Terdampak

BPBD Kota Tangsel melaporkan 21 titik kekeringan telah meluas hingga 27 Agustus 2026, berdampak pada ribuan jiwa, meskipun sempat hujan. Bantuan air bersih terus didistribusikan.

Article ad before first paragraph

Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIANEXPRESS, TANGSEL – Kekeringan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, masih terus meluas meskipun sejumlah wilayah sempat diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir, Sabtu, (29/8/2026).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel mencatat, hingga 27 Agustus 2026, terdapat 21 titik kekeringan yang tersebar di sejumlah wilayah. Kondisi ini telah berdampak pada ribuan jiwa warga yang membutuhkan pasokan air bersih.

Kekeringan Meluas di Tangsel

Data BPBD Kota Tangsel menunjukkan peningkatan signifikan jumlah titik kekeringan. Hingga tanggal 27 Agustus 2026, tercatat ada 21 titik kekeringan di berbagai wilayah.

Article ad in the middle of article

Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan data pada 19 Agustus 2026 yang masih tercatat sebanyak 17 titik. Artinya, dalam kurun waktu sekitar sepekan, terdapat penambahan empat titik kekeringan di wilayah Tangsel.

Jika dibandingkan dengan data yang dikonfirmasi pada 3 Agustus 2026, peningkatannya terbilang cukup signifikan. Saat itu, jumlah titik kekeringan masih tercatat sebanyak 11 titik.

Wilayah Terdampak dan Jumlah Jiwa

Komandan Pleton Satuan Tugas BPBD Tangsel, Dian Wiryawan, mengungkapkan bahwa Kecamatan Setu menjadi wilayah dengan titik kekeringan terbanyak. Kelurahan Keranggan khususnya, memiliki 15 dari total 21 titik kekeringan yang tercatat.

Empat titik lainnya berada di Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, sementara satu titik di Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, dan satu titik di Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong.

Dian Wiryawan juga mengungkapkan bahwa meluasnya titik kekeringan ini berdampak pada ribuan warga. Berdasarkan catatan BPBD Tangsel, sebanyak 479 kepala keluarga atau 2.090 jiwa terdampak akibat kondisi kekeringan tersebut.

Upaya Penyaluran Air Bersih

Untuk memenuhi kebutuhan warga, distribusi air bersih telah mencapai 620.670 liter hingga 27 Agustus 2026. Penyaluran air bersih kepada warga dilakukan secara bergantian.

Berbagai pihak terlibat dalam penyaluran air bersih ini, di antaranya mobil bantuan dari Sinar Mas Land, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Tangsel, dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tangsel.

Selain itu, TNI AD, TNI AU SB Rumpin, Kepolisian, DMC Dompet Dhuafa, BBWS Ciliwung Cisadane, Rumah Zakat, Langkah Amanah, UDD PMI Tangsel, hingga Pelopor juga turut serta dalam upaya penanganan kekeringan ini.

“BPBD Tangsel masih akan terus melakukan penanganan secara bertahap, terutama dengan memastikan pasokan air bersih tetap tersedia bagi masyarakat yang terdampak,” ujar Dian.

Article ad after last paragraph