Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, BANTEN – Pemerintah Provinsi Banten akan mengirim siswa SMA/SMK sederajat yang dinilai bermasalah ke barak militer TNI mulai Oktober 2026 demi membina kedisiplinan mereka, Jumat (25/09/2026).
Langkah tegas ini sengaja diambil oleh Pemerintah Provinsi Banten sebagai upaya khusus untuk membina karakter para pelajar. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banten, Jamaluddin, mengonfirmasi bahwa program tersebut bertujuan memperkuat nilai tanggung jawab serta bela negara.
“Itu (pengiriman siswa bermasalah) rencana di bulan Oktober ini, insya Allah. Ya kita adakan di tiga titik yang menjadi lokasi pelatihan,” ujar Jamaluddin (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banten) di Serang.
Untuk menyukseskan program ini, pihak Pemprov Banten telah mempersiapkan tiga markas militer milik TNI sebagai pusat pelatihan kedisiplinan. Fasilitas militer yang disiagakan tersebut tersebar di beberapa titik wilayah hukum Provinsi Banten.
Adapun ketiga lokasi tersebut adalah Batalyon Infanteri (Yonif) 320/Badak Putih di Pandeglang dan Batalyon Kavaleri 9 di Tangerang Selatan. Selain itu, markas Grup 1 Kopassus yang berlokasi di Serang juga turut disiapkan.
Program pengiriman siswa bermasalah ini secara khusus mengadopsi model pelatihan karakter yang sebelumnya sukses diterapkan di Jawa Barat. Kendati dilaksanakan di lingkungan barak militer, porsi latihan fisik para pelajar dipastikan berbeda jauh dengan prajurit sebenarnya.
Pelatihan bela negara bagi peserta didik terpilih ini nantinya hanya akan berlangsung singkat selama dua hari saja. Fokus utamanya adalah penanaman nilai kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab sosial, serta kesadaran bela negara.
“Di situ diajarin, tapi tidak digembleng seperti TNI. Saya minta TNI membantu kami untuk bagaimana ke depan anak-anak itu bisa berubah,” ujar Jamaluddin (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banten.
Selama kegiatan pembinaan berlangsung di markas militer, pihak sekolah terkait akan tetap dilibatkan secara aktif di lapangan. Keterlibatan pihak sekolah ini sangat penting untuk melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh perkembangan perilaku murid.
Langkah kolaboratif antara Pemprov Banten dan TNI diharapkan mampu memberikan efek jera yang positif bagi para siswa. Melalui pembinaan karakter ini, diharapkan para pelajar tidak lagi melakukan pelanggaran kedisiplinan baik di sekolah maupun masyarakat.











