Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, BANTEN – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto memastikan puncak peringatan HUT ke-81 TNI dipindahkan dari Monas ke Mabes TNI Cilangkap secara sederhana, Minggu (27/09/2026).
Pemindahan lokasi upacara utama tersebut diputuskan oleh pimpinan dengan pertimbangan situasi kemanusiaan yang mendesak di tanah air. Pihak Markas Besar TNI memilih menyelenggarakan acara dengan konsep yang jauh lebih sederhana demi efisiensi.
Langkah penyesuaian ini terpaksa diambil mengingat konsentrasi personel serta armada militer saat ini masih terbagi di wilayah tanggap bencana. Pihak komando mengonfirmasi pengerahan personel dilakukan secara intensif demi kelancaran operasi bantuan sosial kemanusiaan.
Keputusan perpindahan ini dipastikan menggeser tradisi tahunan perayaan HUT TNI yang selama ini kerap identik dengan kemegahan atraksi militer. Publik biasanya berkesempatan menyaksikan parade alat utama sistem senjata berskala besar dan aksi dirgantara di ruang terbuka Monas.
Meskipun dikemas dalam upacara internal yang terbatas, perayaan puncak tersebut dipastikan tetap melibatkan unsur perwakilan dari generasi muda. Pihak panitia secara khusus mengundang sejumlah siswa sekolah untuk hadir langsung menyaksikan jalannya upacara militer di Mabes TNI.
“Jadi memang HUT TNI sekarang dilaksanakan secara sederhana di Mabes TNI. Pasukan yang mengikuti upacaranya juga banyak di daerah bencana, ada yang masih di Kalimantan, Sumatra, NTT, Aceh juga belum kembali karena membantu BNPB dan kementerian lainnya,” ujar Jenderal TNI Agus Subianto (Panglima TNI) di Pancoran, Jakarta.
Sebagai kompensasi perayaan yang terbatas, pihak militer menyelenggarakan serangkaian kegiatan pendukung untuk mempertahankan kebersamaan bersama masyarakat. Salah satu program yang dinilai sukses menarik perhatian khalayak luas adalah kompetisi musik bertajuk Festival Band TNI.
Ajang festival band ini digelar khusus untuk menjaring talenta musik potensial sekaligus merangkul pegiat seni dari berbagai pelosok negeri. Panitia membagi kepesertaan ke dalam kategori umum, kalangan pelajar setingkat SMA, hingga kelompok pemusik jalanan.
Antusiasme tinggi masyarakat terlihat jelas dari beragamnya asal daerah para peserta yang mendaftarkan diri dalam kompetisi tersebut. Seluruh grup musik yang tampil diketahui berasal dari kawasan Banjarmasin, Sidoarjo, Yogyakarta, Bandung, hingga wilayah Jakarta.











