Senin, 05 Oktober 2026
Hot

BNN Minta Orang Tua Waspadai Narkoba Liquid Vape, Dampak Kecanduan Nekat Pinjol

BNN Kota Jakarta Selatan mengimbau orang tua untuk mewaspadai peredaran narkoba yang diselundupkan dalam bentuk cairan rokok elektrik atau liquid vape.

Article ad before first paragraph

Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor

HARIAN EXPRESS BANTEN – Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Selatan mengimbau para orang tua meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya peredaran narkotika dalam bentuk cairan rokok elektrik atau liquid vape, Minggu (4/10/2026).

Langkah pencegahan ini dinilai sangat krusial agar anak-anak tidak terjerat peredaran barang haram tersebut. Pihak berwenang meminta orang tua tidak langsung memercayai pengakuan anak mengenai vape yang mereka gunakan.

“Orang tua hendaknya jangan percaya misalnya kalau dibilang anak, ‘Vape yang ini vape biasa’. Cek dulu, yang pertama, vape-nya beli di mana, tanyain,” ujar Sukamto Widodo (Ketua Tim Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Jakarta Selatan) di Setiabudi, Jakarta Selatan.

Article ad in the middle of article

Sukamto menjelaskan bahwa tampilan luar liquid vape biasa dengan liquid vape yang mengandung narkoba sangatlah mirip. Bentuk fisik, gambar kemasan, hingga varian rasa buah seperti pisang tidak memiliki perbedaan yang kasatmata.

“Tampilan, bentuk sama, gitu loh. Liquid-nya sama bentuknya, gambarnya sama, misalnya gambar pisang ya sama bentuknya. Rasa buah segala macam. Tapi yang jadi kendala, kita enggak tahu secara fisik vape mengandung narkoba sama yang enggak itu sama, sama semuanya,” lanjut Sukamto.

Dampak kecanduan barang haram ini juga merembet pada masalah finansial remaja, seperti penggunaan pinjaman online secara ilegal. Remaja yang kehabisan uang nekat memakai identitas orang tua mereka untuk mengajukan pinjaman demi membeli narkoba.

“Pinjol kalau misalkan enggak dikasih uang sama misalnya bulanan sama orang tuanya atau harian sama orang tuanya beda habis, dia pakai akun pinjol. Pinjolnya pakai akun orang tuanya bisa, nomor orang tuanya bisa. KTP-nya diambil, difotoin,” ungkap Sukamto.

Peredaran cairan vape mengandung narkotika ini sendiri banyak bergerak secara terselubung melalui komunitas di media sosial. Penjualannya dilakukan secara sembunyi-sembunyi melalui berbagai platform digital.

“Ini (peredarannya) lewat komunitas di media sosial. Sama memang untuk penjualannya sembunyi-sembunyi, ya kan, melalui media apa segala macam,” kata Sukamto.

Sebagai langkah antisipasi, BNNK Jakarta Selatan meminta orang tua aktif memeriksa gawai milik anak yang sering kali dilindungi kata sandi. Komunikasi terbuka antara orang tua dan anak menjadi kunci utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini.

“HP juga anak sekarang suka di-password, orang tua harus selalu cek. Selalu ajak ngobrol dengan anak,” pungkas Sukamto.

Article ad after last paragraph