Selasa, 25 Agustus 2026
Hot

Waspada Cuaca Ekstrem, Hujan Petir dan Angin Kencang Landa RI

Article ad before first paragraph

BANTEN, HARIANEXPRESS – BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda berbagai wilayah Indonesia selama sepekan ke depan, Selasa (5/5/2026).

Fenomena ini mencakup potensi hujan lebat, kilat atau petir, hingga angin kencang. Menurut pantauan tim meteorologi pada Selasa (5/5/2026), kondisi atmosfer saat ini menunjukkan dinamika yang cukup kompleks sehingga memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan di banyak daerah.

Sejumlah gangguan atmosfer menjadi faktor utama di balik kondisi cuaca yang tidak menentu ini. BMKG menyebutkan bahwa aktivitas Madden-Julian Oscillation saat ini berada di fase 2 Samudra Hindia. Gelombang ini bergerak melintasi wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Selain MJO, aktifnya gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial di beberapa titik turut memperkuat potensi pembentukan awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia secara bersamaan.

Pihak berwenang juga memantau adanya bibit siklon 92W di Samudra Pasifik utara Papua serta beberapa titik sirkulasi siklonik. Titik-titik ini terpantau di Selat Malaka, perairan Aceh, Bengkulu, hingga Laut Banda. Di sisi lain, Monsun Australia mulai menguat dan membawa massa udara yang lebih kering. Hal tersebut menandakan dimulainya masa peralihan menuju musim kemarau secara bertahap di sejumlah wilayah tanah air.

Article ad in the middle of article

Untuk periode 5 hingga 7 Mei 2026, sejumlah daerah masuk dalam kategori waspada hujan intensitas sedang hingga lebat. Wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Papua Selatan. Sementara itu, pada periode 8 hingga 11 Mei, cakupan wilayah waspada meluas ke Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Maluku, hingga Papua Tengah sebagai dampak dari pergeseran massa udara.

Waspada Cuaca Ekstrim Hujan Petir Angin Kencang Indonesia2

Selain ancaman hujan, BMKG juga melaporkan suhu maksimum harian yang cukup tinggi di beberapa lokasi. Kalimantan Timur mencatat suhu hingga 37,1 derajat Celsius, disusul Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Tengah yang berkisar antara 36,2 hingga 36,6 derajat Celsius. Cuaca panas ini terjadi akibat minimnya tutupan awan pada pagi hingga siang hari, sehingga radiasi matahari menyentuh permukaan bumi secara optimal dan meningkatkan suhu udara.

“Menghadapi kondisi cuaca cerah disertai potensi cuaca ekstrem dalam beberapa waktu ke depan, BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan pelindung atau tabir surya guna menghindari paparan langsung sinar matahari, serta menjaga kecukupan cairan tubuh,” tutur pihak BMKG dalam rilis resminya.

Masyarakat perlu mewaspadai paparan sinar UV yang tinggi serta potensi bencana hidrometeorologi yang bisa datang tiba-tiba. Hujan lebat dalam durasi singkat yang disertai angin kencang berisiko memicu banjir serta tanah longsor, terutama di daerah rawan bencana. Pengambil kebijakan dan warga diharapkan meningkatkan koordinasi guna meminimalisir dampak buruk dari perubahan cuaca yang fluktuatif ini.

Pastikan kamu selalu memperbarui informasi mengenai prakiraan cuaca melalui kanal komunikasi resmi milik pemerintah. Persiapan yang matang, mulai dari menyediakan jas hujan hingga menjaga kesehatan fisik dan hidrasi, sangat krusial dalam menghadapi kondisi alam yang berubah-ubah. Tetap waspada dan prioritaskan keselamatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari di luar ruangan selama periode cuaca ekstrem ini berlangsung.

Article ad after last paragraph
Achmad Fauzan